Ratusan Warga Desa Klitik Unjuk Rasa Ke Pemkab Ngawi

NGAWI – Sekitar dua ratus, warga Desa Klitik Kecamatan Geneng, menggelar unjuk rasa di depan kantor bupati Ngawi. Mereka menggelar poster berisi tuntutan di depan pintu masuk kantor dengan mendapatkan pengawalan ketat dari polisi bahkan massa juga berencana memblokir jalan tol trans jawa, ruas Ngawi-Madiun.

Aksi massa tersebut merupakan dampak dari pembangunan jalan tol trans jawa yang melintasi desa tersebut. Tanah kas Desa Klitik seluas 4.670 meter persegi telah digunakan untuk pembangunan jalan tol dari kesepakatan saat pembebasan lahan tol tanah tersebut dihargai 125 ribu rupiah per meter persegi atau totalnya sekitar 2,4 milyar rupiah untuk ditukarkan dengan tanah warga.

Sebagai aset negara proses tukar guling tersebut melibatkan Pemkab Ngawi melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa. Namun warga Desa Klitik menilai proses berjalan lambat, karena bupati Ngawi belum merekomendasikan pengajuan tukar guling TKD ke gubernur jawa timur. Pemerintah Desa Klitik menilai ada kejanggalan karena desa lainnya sudah cair.

Upaya pemblokiran jalan tol trans jawa oleh warga gagal karena dicegah oleh Polres Ngawi. Terkait masalah ini, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Ngawi mengaku sudah melakukan proses sesuai aturan dengan berhati-hati. Saat ini, salah satunya dengan menyiapkan “legal opinion” dari Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta Jawa Tengah sebagai salah satu syarat proses tersebut.

 

Komentar
READ  Mantan TKI Ubah Limbah Pipa Paralon Menjadi Kerajinan

Baca Juga

Leave a Comment