Gangguan Jiwa, Remaja Dipasung Keluarga

NGAWI – Heri Budi Setiawan (17) bocah laki-laki warga Desa Kasreman, Kecamatan Geneng,  Kabuptaen Ngawi di rantai kakinya sejak berumur 7 tahun karena menderita gangguan jiwa. Heri sering meninggalkan rumah saat ditinggal bekerja oleh kakeknya, Maidi 65 tahun. Sementara sang nenek Sukini 60 tahun, yang menderita buta itu tidak bisa berbuat banyak.

Dari pada membahayakan dirinya sendiri, Heri di rantai kakinya di tiang kayu penyangga rumah. Di lantai tanah beralaskan kasur yang sudah lusuh itu Heri tidak bisa kemana-mana lagi. Ia di beri makan oleh kakeknya seadanya begitu juga mengurus Heri saat buang air. Heri tinggal di rumah kakeknya sejak ke dua orang tuanya cerai, ibu Heri yang sudah menikah lagi tinggal di rumah suaminya yang baru.

Sementara bapak Heri sibuk kerja serabutan. Selama sakit keluarga hanya membawa Heri berobat ke dukun atau paranormal. Heri tidak pernah di bawa ke rumah sakit dengan alasan tidak ada biaya. Kini keluarga itu hanya bisa berharap uluran tangan dari pemerintah setempat. Sambil merawat cucunya yang menderita gangguan jiwa itu, sehari-hari Maidi menghidupi keluarga dengan bekerja serabutan.

Komentar
READ  Kebakaran Kebun Bambu Ancam Pemukiman

Baca Juga

Leave a Comment