7 Sekolah di Ngawi Gagal Diperbaiki Tahun Ini, Proyek Lelang Dinyatakan Batal

NGAWI – Sebanyak tujuh sekolah di Kabupaten Ngawi gagal mendapatkan perbaikan pada tahun anggaran 2025. Hal ini disebabkan oleh gagalnya proses lelang proyek rehabilitasi sekolah, sehingga kegiatan pembangunan tidak dapat dilaksanakan hingga akhir tahun.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Ngawi, Zainal Fanani, menyebutkan bahwa tujuh sekolah tersebut terdiri dari lima SMP dan dua SD. Masing-masing adalah SMPN 2 Jogorogo, SMPN 3 Sine, SMPN 3 Paron, SMPN 1 Bringin, SMPN 2 Kasreman, SDN Bangunrejo Kidul 5 Kedunggalar, dan SDN Sidolaju 4 Widodaren.

Menurut Zainal, kegagalan lelang terjadi karena peserta tidak memenuhi persyaratan administratif maupun teknis yang telah ditetapkan oleh panitia pengadaan.

“Dari total 36 paket perbaikan sekolah senilai Rp 3,6 miliar, ada tujuh yang dinyatakan gagal lelang dengan total nilai sekitar Rp 703 juta,” jelas Zainal, Jumat (7/11/2025).

Zainal menambahkan, karena waktu pelaksanaan sudah mendekati akhir tahun anggaran, penunjukan langsung tidak bisa dilakukan. Selain itu, kondisi cuaca yang memasuki musim hujan juga menjadi pertimbangan teknis, mengingat sebagian besar kerusakan terjadi pada bagian atap dan struktur bangunan.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Pendidikan Ngawi berencana melakukan lelang dini pada akhir tahun 2025, agar pekerjaan fisik dapat segera dimulai pada awal tahun 2026.

Zainal juga mengimbau pihak sekolah untuk tidak menggunakan ruang kelas yang rusak demi keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

“Kami minta sekolah menghindari penggunaan ruangan yang tidak layak, dan sementara memanfaatkan ruangan lain yang masih aman,” ujarnya.

Pemerintah daerah berharap, melalui mekanisme lelang dini, seluruh proyek rehabilitasi sekolah dapat terlaksana tepat waktu dan mendukung proses belajar mengajar yang aman dan nyaman bagi siswa di Ngawi.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *