Kabupaten Madiun — Kepolisian Resor (Polres) Madiun menggelar apel pasukan Operasi Lilin Semeru 2025 dalam rangka pengamanan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Sebanyak 1.800 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, serta berbagai instansi terkait dilibatkan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama libur panjang akhir tahun.
Operasi kepolisian terpusat ini bertujuan untuk mengecek kesiapsiagaan personel, sarana, dan prasarana pendukung pengamanan. Polres Madiun menyiapkan enam pos pengamanan, terdiri atas pos pengamanan (Pospam), pos pelayanan (Posyan), dan pos terpadu yang akan dijaga oleh petugas gabungan TNI-Polri. Dari jumlah tersebut, 700 personel berasal dari jajaran Polres Madiun.
Kapolres Madiun, AKBP Kemas Indra Natanegara, menyampaikan bahwa fokus utama pengamanan adalah antisipasi kerawanan lalu lintas, terutama potensi kemacetan di jalur menuju Magetan, Ponorogo, dan Pacitan. Selain itu, petugas juga diminta waspada terhadap potensi bencana alam, mengingat intensitas hujan di wilayah Madiun yang cukup tinggi.
“Polres Madiun telah berkoordinasi dengan BPBD dan instansi terkait untuk mengantisipasi bencana hidrometeorologi selama periode Nataru. Langkah ini dilakukan demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” jelas AKBP Kemas.
Sementara itu, Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi, menegaskan bahwa pengamanan Nataru merupakan tanggung jawab bersama antara aparat dan masyarakat. Pemerintah daerah turut melibatkan BPBD, Dinas Perhubungan, Damkar, serta komunitas Kampung Pesilat Indonesia dalam mendukung kelancaran Operasi Lilin Semeru 2025.
Pemkab Madiun juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, dan badai yang berpotensi terjadi selama periode libur Natal dan Tahun Baru.
Dengan sinergi lintas instansi dan kesiapan personel, Polres Madiun berharap perayaan Natal dan Tahun Baru di wilayah Kabupaten Madiun dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

