Eblek Bambu Sumberagung, Tradisi ‘Pring Sedapur’ yang Terus Hidup

Magetan – Kabupaten Magetan dikenal dengan ikon Pring Sedapur atau bambu sedapur yang menjadi identitas daerah sekaligus sumber kehidupan bagi masyarakatnya. Dari bambu inilah berbagai kerajinan lahir dan terus dijaga keberlangsungannya, salah satunya kerajinan eblek — komponen penting dalam pembuatan caping — yang hingga kini masih diproduksi secara tradisional oleh ibu-ibu di Desa Sumberagung.

Di sebuah rumah sederhana di Desa Sumberagung, aktivitas menganyam bambu menjadi pemandangan sehari-hari. Dengan ketelatenan dan keterampilan tangan, para perajin memanfaatkan bambu sebagai bahan dasar pembuatan eblek.

Proses pembuatan eblek diawali dengan memilih bambu yang sudah tua dan kering. Bambu kemudian dibelah menjadi bilah-bilah tipis, dihaluskan, lalu dianyam satu per satu hingga membentuk pola melingkar yang kuat dan rapi.

Meski terlihat sederhana, pembuatan eblek memerlukan ketelitian dan kesabaran tinggi. Setiap anyaman harus presisi agar dapat digunakan sebagai rangka dasar caping — penutup kepala tradisional yang masih banyak digunakan petani.

Salah satu perajin, Bu Kasini, mengatakan bahwa dalam satu pekan dirinya mampu menghasilkan sekitar satu kodi atau dua puluh eblek. Hasil anyaman tersebut kemudian dijual kepada perajin caping maupun pengecer di wilayah Magetan dan sekitarnya.

Bagi para ibu di Desa Sumberagung, kerajinan eblek bukan sekadar pekerjaan sampingan, melainkan upaya melestarikan warisan budaya lokal berbasis bambu. Selain menambah penghasilan keluarga, kegiatan ini menjadi bukti bahwa Pring Sedapur masih memiliki nilai ekonomi dan budaya yang tinggi.

Di tengah perkembangan zaman, kerajinan bambu seperti eblek diharapkan terus mendapatkan perhatian dan dukungan agar tetap bertahan serta menjadi bagian dari kekuatan ekonomi kreatif di Kabupaten Magetan.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *