Harga Pupuk Subsidi Turun, Petani Magetan Sambut Musim Tanam dengan Antusias

MAGETAN – Kebijakan terbaru pemerintah pusat terkait penyesuaian harga eceran tertinggi (HET) pupuk subsidi disambut positif oleh para petani di Kabupaten Magetan. Penurunan harga ini dinilai mampu meringankan biaya produksi dan memberikan kepastian ketersediaan stok menjelang musim tanam.

Dalam kebijakan terbaru tersebut, pemerintah menurunkan HET untuk beberapa jenis pupuk bersubsidi. Harga pupuk urea turun dari Rp2.250 menjadi Rp1.800 per kilogram. Pupuk NPK turun dari Rp2.300 menjadi Rp1.840 per kilogram, sedangkan NPK formula khusus dari Rp3.300 menjadi Rp2.640 per kilogram. Pupuk organik juga mengalami penurunan dari Rp800 menjadi Rp640 per kilogram, sementara ZA turun dari Rp1.700 menjadi Rp1.360 per kilogram.

Di Kabupaten Magetan, total alokasi pupuk subsidi hingga akhir tahun ini mencapai 24.634 ton urea, 20.635 ton NPK, 24 ton NPK formula khusus, 10.339 ton pupuk organik, dan 301 ton pupuk ZA. Hingga November, serapan pupuk subsidi di daerah ini telah mencapai sekitar 85 persen dari total alokasi. Capaian tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan pupuk di kalangan petani, namun masih seimbang dengan ketersediaan stok di lapangan.

Kemis, salah satu petani di Kecamatan Panekan, mengaku terbantu dengan kebijakan penurunan harga pupuk tersebut.
“Kalau harga pupuk turun, biaya tanam jadi lebih ringan. Kami bisa menambah modal untuk bibit atau perawatan tanaman,” ujarnya.

Selain membantu meringankan biaya tanam, penurunan harga ini juga diharapkan dapat menjaga produktivitas pertanian di Magetan agar tetap stabil. Dengan harga yang lebih terjangkau dan stok yang memadai, para petani optimistis menghadapi musim tanam kali ini.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *