Lestarikan Seni, Pelajar SMK Perkenalkan Wayang Kulit ke Generasi Muda


PONOROGO – Dalam upaya melestarikan budaya warisan leluhur, puluhan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) asal Surakarta, Jawa Tengah, menggelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk di Desa Wotan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Kegiatan ini menjadi ajang untuk memperkenalkan kembali seni wayang kulit kepada kalangan muda, sekaligus mematahkan anggapan bahwa wayang merupakan kesenian kuno dan membosankan.

Yang membuat pagelaran ini istimewa, seluruh pengisi acara mulai dari penabuh gamelan (wiyogo), sinden, hingga dalang merupakan pelajar SMK. Mereka tampil penuh semangat dan percaya diri dalam membawakan lakon pewayangan klasik khas Jawa.

Pertunjukan tersebut menjadi bukti bahwa kesenian tradisional masih memiliki daya tarik dan mampu digemari oleh generasi muda. Selain itu, para pelajar ingin menunjukkan bahwa wayang kulit bukan hanya warisan budaya, tetapi juga seni yang keren, bernilai tinggi, dan layak untuk terus dilestarikan.

Pembina kegiatan, Prasetyo, mengatakan bahwa pagelaran ini merupakan bentuk nyata dari pendidikan karakter berbasis budaya. Sementara itu, Kepala Desa Wotan, Tumingan, menyambut positif inisiatif tersebut karena mampu menumbuhkan rasa cinta budaya di kalangan generasi muda.

Melalui pagelaran wayang kulit semalam suntuk ini, diharapkan semakin banyak anak muda yang mencintai budaya bangsa serta berperan aktif dalam melestarikan kesenian tradisional di tengah arus modernisasi.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *