KOTA MADIUN – Inovasi cetak foto pada media kayu atau photo wood kini menjadi tren baru di kalangan masyarakat. Teknik ini menghadirkan nilai estetika dan kesan artistik yang berbeda dari cetak foto konvensional. Di Kota Madiun, seorang perajin sukses mengembangkan kerajinan tersebut hingga mampu memasarkan produknya ke luar daerah.
Kerajinan photo wood merupakan pengembangan kreatif di dunia fotografi dengan cara mencetak foto di atas permukaan kayu. Berbeda dari cetak foto biasa, hasil photo wood menonjolkan kesan alami dan artistik sehingga banyak diminati sebagai hiasan interior maupun suvenir bernilai seni.
Salah satu perajin photo wood di Kota Madiun adalah Wahyu Effendi, warga Jalan Purwosari, Kelurahan Rejomulyo. Ia mulai menekuni usaha ini sejak 2015 dan terus berinovasi untuk meningkatkan kualitas produknya. Proses pembuatan diawali dengan pemotongan kayu sesuai ukuran pesanan, diikuti penghalusan permukaan, serta pelapisan cat dasar sebagai media cetak foto.
Foto dicetak menggunakan mesin fotokopi laser dengan teknik mirror, kemudian dipindahkan ke permukaan kayu melalui proses transfer menggunakan lem perekat khusus. Setelah tinta foto menempel sempurna, permukaan kayu dilapisi pernis agar tampak mengilap dan tahan lama. Jenis kayu yang digunakan umumnya berwarna terang, seperti jati Belanda, gemelina, dan sengon multiplex.
Menurut Wahyu, minat masyarakat terhadap produk photo wood terus meningkat. Salah satu pemesan, Angga Yudha, mengaku tertarik karena tampilannya yang lebih estetis dan memiliki nilai seni dibanding foto di atas kertas.
Harga produk photo wood bervariasi, mulai dari Rp85.000 untuk ukuran kecil 15 x 20 sentimeter hingga Rp1.200.000 untuk ukuran terbesar. Pemasaran dilakukan secara daring melalui media sosial, dengan jangkauan pembeli dari Madiun hingga luar daerah, termasuk kalangan instansi yang memesan sebagai cendera mata.

