KAB. MADIUN – Kasus roti berjamur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Madiun menjadi sorotan publik. Roti yang dibagikan kepada siswa PAUD Al Hidayah, Desa Klorogan, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, ditemukan berjamur dan sempat dikonsumsi oleh sebagian siswa.
Temuan ini pertama kali diketahui oleh salah satu wali murid setelah memeriksa paket MBG yang dibagikan pihak sekolah. Wali murid tersebut mengaku terkejut saat membuka seluruh paket dan mendapati beberapa roti sudah berjamur. Ia menyadari hal itu setelah salah satu roti terlebih dahulu dimakan oleh anaknya.
Atas kejadian ini, para orang tua meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap pengawasan dan pengendalian mutu atau quality control pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku penyedia menu MBG. Mereka menilai pengawasan perlu diperketat mengingat sasaran program adalah anak usia dini yang rentan terhadap gangguan kesehatan.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun melakukan monitoring ke SPPG Assalam Sumberejo, Kecamatan Geger, yang menjadi salah satu penyedia MBG. Selain itu, petugas Dinas Kesehatan bersama ahli gizi dari SPPG Assalam juga melakukan konfirmasi kepada sejumlah pelaku UMKM pembuat roti yang memasok bahan untuk program MBG, guna memastikan kondisi roti sebelum diserahkan ke dapur penyedia.
Ahli gizi SPPG Assalam, Rizka Nabila, menjelaskan bahwa paket MBG tersebut disiapkan untuk konsumsi tiga hari dengan isi menu yang beragam. Ke depan, pihaknya berjanji akan memperketat pemeriksaan kualitas makanan meski tetap menggandeng UMKM lokal, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

