NGAWI – Jumlah pemohon layanan administrasi kependudukan di Kabupaten Ngawi mengalami lonjakan signifikan pasca libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Peningkatan jumlah pemohon bahkan mencapai lebih dari 50 persen dibanding hari biasa, sehingga ratusan warga harus mengantre hingga duduk lesehan saat menunggu pelayanan.
Kondisi tersebut terlihat di stan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Ngawi yang berada di Mal Pelayanan Publik (MPP) Ngawi. Sejak pagi, warga tampak memadati area pelayanan untuk mengurus berbagai dokumen administrasi kependudukan.
Kepala Dispendukcapil Ngawi, Noor Hasan Muntaha, membenarkan adanya peningkatan tajam jumlah pemohon, khususnya untuk pengurusan Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el). Menurutnya, jumlah pemohon harian yang biasanya berkisar 200 orang kini meningkat menjadi sekitar 300 hingga 350 orang per hari.
“Peningkatan ini mencapai 50 persen bahkan lebih dibandingkan hari normal, dan itu belum termasuk pelayanan administrasi kependudukan yang dilakukan di masing-masing kecamatan,” ujar Hasan.
Meski jumlah pemohon membludak, Hasan memastikan stok blangko KTP-el masih dalam kondisi aman. Saat ini tersedia sekitar 5.000 blangko yang diperkirakan mencukupi kebutuhan pencetakan KTP-el hingga tiga minggu ke depan.
Sementara itu, berdasarkan data Dispendukcapil Ngawi, dari total sekitar 910 ribu penduduk, sebanyak 715 ribu di antaranya merupakan warga wajib KTP. Dari jumlah tersebut, proses perekaman hingga pencetakan KTP-el telah mencapai 99,96 persen.
Pihak Dispendukcapil mengimbau masyarakat untuk tetap tertib saat mengantre serta memanfaatkan layanan di kecamatan apabila memungkinkan guna mengurangi kepadatan di MPP Ngawi.

