MADIUN – Komisi D DPRD Kabupaten Madiun melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah sekolah yang telah selesai direvitalisasi menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2025. Sidak dilakukan untuk memastikan kualitas pembangunan sekaligus menjawab kondisi darurat bangunan sekolah sebelum dilakukan perbaikan.
Salah satu sekolah yang menjadi sasaran sidak adalah SMP Negeri 2 Nglames. Di sekolah tersebut, revitalisasi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peninggian gedung hingga pembaruan seluruh bangunan. Langkah ini diambil karena kawasan sekolah kerap terendam banjir saat musim hujan dengan intensitas tinggi.
Revitalisasi SMPN 2 Nglames menelan anggaran sekitar Rp1,8 miliar. Secara keseluruhan, terdapat 11 sekolah di Kabupaten Madiun yang direvitalisasi melalui program DAK 2025 dengan total nilai anggaran mencapai sekitar Rp10 miliar.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Madiun, Djoko Setijono, menyampaikan bahwa secara umum hasil revitalisasi sudah sesuai harapan. Meski demikian, dalam sidak tersebut masih ditemukan bekas rembesan air pada beberapa bagian tembok yang berasal dari talang air.
Menurutnya, pihak kontraktor telah melakukan perbaikan atas temuan tersebut. DPRD berharap ke depan pihak sekolah dapat merawat bangunan dengan baik, sementara kontraktor tetap melaksanakan kewajiban pemeliharaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sidak ini diharapkan dapat memastikan bangunan sekolah yang telah direvitalisasi benar-benar aman, layak, dan nyaman digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

