NGAWI – Proses lelang pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Ngawi akhirnya rampung. Kementerian Pekerjaan Umum dalam waktu dekat akan segera merealisasikan pembangunan sekolah yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu tersebut.
Pemerintah Kabupaten Ngawi telah menghibahkan lahan seluas delapan hektare di Desa Karangtengah Prandon, Kecamatan Ngawi, kepada pemerintah pusat untuk mendukung pembangunan Sekolah Rakyat.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ngawi, Bonadi, menjelaskan bahwa tahapan pembangunan akan segera dimulai setelah ditetapkannya pemenang tender oleh Kementerian Pekerjaan Umum, yaitu PT Brantas Abipraya. Seluruh biaya pembangunan berasal dari anggaran pemerintah pusat.
Sekolah Rakyat di Ngawi masuk dalam wilayah Jawa Timur II, yang pembangunannya dilakukan bersamaan dengan kabupaten lain seperti Nganjuk, Madiun, dan Pacitan.
Bonadi menambahkan, Sekolah Rakyat tersebut nantinya akan menampung sekitar 1.000 peserta didik dari keluarga kurang mampu yang telah terdata dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Peserta didik akan berasal dari berbagai jenjang, mulai dari sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas.
Selain ruang kelas untuk kegiatan belajar mengajar, fasilitas Sekolah Rakyat juga akan dilengkapi dengan asrama, sarana olahraga, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya.

