PONOROGO – Sepanjang tahun 2025, Kabupaten Ponorogo mencatat ratusan kejadian bencana alam. Tanah longsor menjadi jenis bencana yang paling dominan dan tersebar di hampir seluruh kecamatan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo mencatat sebanyak 186 kejadian bencana alam sepanjang tahun 2025. Data tersebut merupakan hasil rekapitulasi Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Ponorogo.
Dari total kejadian tersebut, tanah longsor menempati urutan tertinggi dengan jumlah 100 kejadian. Selain itu, tercatat 47 kejadian banjir, 29 kejadian cuaca ekstrem, serta 7 kejadian kebakaran hutan dan lahan.
BPBD Ponorogo menyebut sebagian besar kejadian tanah longsor terjadi saat memasuki musim penghujan, terutama pada bulan-bulan akhir tahun 2025. Wilayah Ponorogo bagian timur menjadi daerah dengan intensitas longsor tertinggi.
Kecamatan Pulung tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kejadian tanah longsor terbanyak, disusul Kecamatan Pudak dan wilayah sekitarnya. Sementara itu, kejadian banjir banyak dilaporkan di Kecamatan Balong, Bungkal, Jambon, dan Kauman.
BPBD juga mencatat sebaran bencana alam sepanjang 2025 terjadi cukup merata di berbagai kecamatan. Bahkan, kejadian cuaca ekstrem dilaporkan hampir terjadi di seluruh wilayah Kabupaten Ponorogo.
Menyikapi kondisi tersebut, BPBD Ponorogo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, khususnya saat musim hujan, guna meminimalkan risiko serta dampak yang ditimbulkan akibat bencana alam.

