Nostalgia Rasa dan Budaya, Griya Reyog Tua Tawarkan Kuliner Jadul

Ponorogo – Jika Anda bosan dengan destinasi wisata yang itu-itu saja, akhir pekan ini Anda bisa mencoba sensasi wisata berbeda di Desa Sawuh, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo. Di tempat ini, terdapat sebuah warung unik bernama Griya Reyog Tua yang memadukan wisata budaya reyog jadul dengan kuliner nusantara ala tahun 1990-an.

Griya Reyog Tua bukan sekadar tempat makan, melainkan juga ruang nostalgia yang sarat dengan nilai budaya. Begitu memasuki area warung, pengunjung akan disambut deretan tujuh dadak merak atau reyog lawas yang usianya diperkirakan mencapai seratus tahun. Reyog-reyog tersebut dipajang lengkap dengan berbagai ornamen klasik, mulai dari hiasan dinding, perabot kayu, hingga suasana interior yang membawa pengunjung kembali ke era tahun sembilan puluhan.

Menurut Budi Maryono, pemilik Griya Reyog Tua, seluruh koleksi reyog jadul yang ada dikumpulkan dari berbagai penjuru Ponorogo. Kegemarannya mengoleksi reyog tua menginspirasi dirinya untuk menciptakan ruang yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga edukatif. Ia ingin generasi muda dapat mengenal sejarah dan nilai budaya reyog yang menjadi ikon kebanggaan Ponorogo.

Tak hanya memanjakan mata dengan koleksi reyog tua, pengunjung juga bisa menikmati aneka kuliner tradisional yang menggugah selera. Salah satu menu andalan Griya Reyog Tua adalah tiwul goreng. Tiwul hitam yang terbuat dari singkong ini diolah dengan bumbu rempah pilihan, kemudian digoreng perlahan hingga menghasilkan aroma harum dengan tekstur renyah di luar namun tetap lembut di dalam.

Sebagai pelengkap, tersedia pula minuman khas bernama degan bakar. Kelapa muda dibakar di atas tungku hingga kulitnya kecokelatan, lalu disajikan bersama racikan rempah seperti serai, cengkeh, jahe, kapulaga, serta tambahan madu.

Menu yang sederhana ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Di tengah suasana jadul dengan gubuk-gubuk kayu dan pemandangan reyog tua yang megah, pengunjung dapat menikmati sensasi kuliner yang menghadirkan kehangatan dan nostalgia masa lalu.

“Rasanya gurih, manis, dan hangat. Benar-benar mengingatkan pada suasana tempo dulu,” ungkap Wuri Wulandari, salah satu pengunjung.

Hal senada juga disampaikan Lastri, pengunjung lainnya. Ia mengaku sengaja datang ke Griya Reyog Tua karena penasaran dengan konsep wisata budaya dan kuliner yang unik.

Bagi warga Ponorogo dan sekitarnya, Griya Reyog Tua bisa menjadi pilihan menarik untuk mengisi akhir pekan bersama keluarga. Selain menikmati sajian kuliner khas, pengunjung juga dapat belajar dan mengenal lebih dekat sejarah serta nilai budaya reyog yang terus dilestarikan.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *