Magetan – Teknologi plasma berbasis ozon mulai diperkenalkan kepada para petani di Kabupaten Magetan. Inovasi ini dinilai dapat menjadi solusi efektif untuk menstabilkan harga cabai dan sayuran, terutama saat harga anjlok di pasaran.
Teknologi ini mengandalkan generator plasma ozon yang dipasang pada sistem cold storage. Dengan bantuan gas ozon (O₃), hasil panen dapat disimpan lebih lama tanpa kehilangan kesegaran dan kualitasnya.
Menurut penjelasan teknis, sayuran dapat bertahan segar hingga tiga bulan menggunakan teknologi plasma ozon. Dengan begitu, petani memiliki opsi untuk menunda penjualan hasil panen ketika harga di pasaran sedang rendah, sehingga tidak perlu menjual dengan harga yang merugikan.
Jika harga pasar jatuh, hasil panen bisa disimpan terlebih dahulu. Begitu harga kembali normal, sayuran dapat dikeluarkan dan dijual kembali. Skema ini diharapkan mampu menjaga pendapatan petani sekaligus menekan fluktuasi harga di tingkat pasar.
Bupati Magetan Nanik Sumantri menjelaskan, teknologi ozon bekerja dengan memanfaatkan gas O₃ sebagai disinfektan alami yang efektif membunuh mikroorganisme, menghilangkan residu pestisida, serta memperpanjang masa simpan hasil pertanian. “Selain aman dan ramah lingkungan, teknologi ini juga menjaga kualitas nutrisi, rasa, warna, dan tekstur produk pangan,” terangnya.
Saat ini, penggunaan teknologi plasma ozon di Magetan masih dalam tahap awal pengenalan. Fokus utamanya adalah pada komoditas cabai dan sayuran hortikultura, yang memiliki pengaruh besar terhadap inflasi daerah.
Unit cold storage yang telah tersedia memiliki kapasitas penyimpanan hingga 1,5 ton. Untuk komoditas cabai, masa simpan dapat diperpanjang hingga tiga bulan, sementara jenis sayuran lain akan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing.
Wakil Ketua DPRD Magetan, Puthut Pujiono, menambahkan bahwa pengembangan teknologi ini akan diprioritaskan untuk wilayah dataran tinggi, yang menjadi sentra hortikultura di Magetan. “Dengan begitu, manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh para petani,” ujarnya.
Bagi masyarakat atau kelompok tani yang ingin mencoba teknologi plasma ozon, dapat menghubungi Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Magetan. Pemerintah daerah membuka kesempatan bagi petani untuk mengenal dan memanfaatkan inovasi ini sesuai ketentuan yang berlaku.

