PONOROGO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo akhirnya angkat bicara terkait kondisi jembatan di Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel, yang nyaris putus dan sempat viral di media sosial karena membahayakan warga.
Ketua Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, menjelaskan bahwa pengajuan anggaran perbaikan jembatan telah dilakukan sejak 2025 kepada BPBD Provinsi Jawa Timur dan mendapat persetujuan. Namun, realisasi anggaran sempat terhambat akibat penundaan penyaluran dana oleh Kementerian Keuangan.
“Perbaikan jembatan sudah diajukan sejak tahun lalu, namun prosesnya terkendala penyaluran anggaran,” ujar Masun. Ia menambahkan bahwa BPBD kembali mengajukan anggaran pada 10 Januari lalu, namun belum dapat memastikan kapan dana akan cair.
Kerusakan jembatan terjadi pada struktur tanah penopang yang terkikis, sehingga mengancam keselamatan pengguna jalan. Selama tiga hari terakhir, warga terpaksa melintasi jembatan dengan berjalan kaki karena kondisi yang semakin memprihatinkan.
Saat ini, kondisi jembatan menjadi perhatian serius pemerintah daerah, dan diharapkan segera mendapatkan penanganan agar tidak menimbulkan korban.

