MAGETAN – Meningkatnya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan memperkuat langkah mitigasi bencana hidrometeorologi. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi bencana seperti banjir, tanah longsor, hingga angin kencang di sejumlah wilayah rawan.
BPBD Magetan menyebut wilayah rawan bencana di Magetan secara umum terbagi menjadi dua zona besar. Zona bagian bawah memiliki risiko banjir, sedangkan zona bagian atas dinilai rawan terhadap longsor dan angin kencang, terutama di kawasan dataran tinggi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Magetan, Cahaya Wijaya, mengatakan potensi angin kencang juga dapat terjadi di berbagai titik. Kondisi tersebut menunjukkan ancaman bencana tidak hanya berada di kawasan lereng gunung, sehingga diperlukan kesiapsiagaan sejak dini.
Untuk memperkuat kesiapsiagaan, BPBD Magetan saat ini tengah menyiapkan posko siaga khusus di wilayah Plaosan. Posko ini dirancang untuk menjangkau dua kecamatan rawan longsor, yakni Plaosan dan Poncol.
Selain itu, BPBD juga telah melakukan pemeriksaan terhadap tujuh unit Early Warning System (EWS) yang terpasang di sejumlah titik rawan bencana. Perangkat tersebut mencakup pendeteksi longsor, gempa, hingga banjir. Meski usia perangkat sudah mencapai enam hingga tujuh tahun, hasil pengecekan menunjukkan seluruh EWS masih berfungsi dengan baik dan siap digunakan untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat.
Langkah mitigasi ini juga menjadi bagian dari laporan BPBD Magetan kepada pemerintah pusat. Laporan disampaikan melalui rapat virtual bersama Wakil Menteri Dalam Negeri terkait peningkatan eskalasi bencana hidrometeorologi tahun ini.
BPBD Magetan mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi, serta segera melapor apabila menemukan tanda-tanda potensi bencana di lingkungan sekitar.

