Puluhan Kasus PMK Masih Ditemukan Awal Tahun Ini

Magetan – Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK di Kabupaten Magetan hingga awal tahun 2026 belum sepenuhnya terkendali. Meski jumlah kasus menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, puluhan kasus baru masih ditemukan di sejumlah wilayah.

Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan mencatat, hingga Januari 2026 terdapat sekitar 30 kasus PMK pada hewan ternak. Sementara sepanjang tahun 2025 lalu, total kasus PMK di Magetan mencapai 574 kasus, dengan rincian 59 ekor ternak mati, tujuh ekor dilakukan pemotongan bersyarat, dan 504 ekor ternak dinyatakan sembuh.

Guna menekan penyebaran PMK, pemerintah daerah terus melakukan berbagai langkah antisipasi dan pencegahan. Salah satunya melalui pelaksanaan vaksinasi PMK secara berkelanjutan. Pada tahun ini, Kabupaten Magetan memperoleh alokasi sekitar 15 ribu dosis vaksin PMK tahap pertama yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN.

Vaksinasi tersebut difokuskan pada ternak besar maupun kecil di wilayah yang dinilai rawan penularan. Selain vaksinasi, Dinas Peternakan dan Perikanan juga menerapkan metode komunikasi, informasi, dan edukasi atau KIE kepada para peternak.

Edukasi dilakukan dengan memberikan pemahaman terkait pencegahan PMK, mulai dari menjaga kebersihan kandang, pembatasan lalu lintas ternak, hingga pentingnya pelaporan dini apabila ditemukan gejala PMK pada hewan ternak.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan, Nur Haryani, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025 capaian vaksinasi PMK di Magetan mencapai 92.300 dosis yang berasal dari alokasi pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.

Pemerintah daerah mengimbau para peternak untuk tetap waspada dan aktif berkoordinasi dengan petugas terkait apabila menemukan ternak yang menunjukkan gejala PMK. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah meluasnya penyebaran penyakit mulut dan kuku di Kabupaten Magetan.

Ke depan, pemerintah daerah akan terus mengintensifkan vaksinasi serta edukasi kepada peternak guna menjaga kesehatan ternak dan menekan potensi lonjakan kasus PMK di wilayah Magetan.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *