KOTA MADIUN – Di tengah pesatnya arus digitalisasi, hobi mengoleksi prangko atau filateli masih bertahan di Kota Madiun. Seorang dosen bernama Joko Widiyanto tetap setia menekuni filateli dengan mengoleksi ribuan prangko bertema bunga anggrek.
Kecintaan Joko terhadap anggrek menjadi alasan utama ia memilih prangko bertema flora tersebut. Hobi ini telah ia jalani sejak tahun 1994, jauh sebelum teknologi digital berkembang seperti saat ini.
Filateli sendiri merupakan kegiatan mengoleksi dan mengkaji prangko sebagai tanda pembayaran biaya pos. Meski kini fungsi prangko sebagai alat kirim surat mulai tergeser, benda kecil berbentuk kertas persegi bergambar ini menyimpan nilai sejarah, edukasi, dan estetika yang tinggi.
Joko Widiyanto, dosen di salah satu universitas di Kota Madiun, menyimpan ribuan koleksi prangkonya di rumahnya yang berada di kawasan Perumahan Bumi Winongo Indah. Koleksi tersebut dirawat dengan rapi dan tertata, mencerminkan keseriusannya dalam menekuni filateli.
Ketertarikan Joko pada dunia filateli bermula saat ia masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Saat itu, ia diajak seorang teman berkunjung ke kantor pos dan mulai mengenal berbagai benda filateli. Dari pengalaman tersebut, Joko kemudian bergabung dengan organisasi filateli dan mulai mengoleksi prangko.
Awalnya, koleksi dilakukan secara acak. Namun seiring waktu, Joko memilih fokus pada koleksi tematik bertema anggrek karena kecintaannya terhadap flora tersebut. Selain prangko, ia juga mengoleksi suvenir prangko, sampul hari pertama, koin, uang kertas berbagai emisi, serta kartu pos yang seluruhnya bergambar anggrek.
Jumlah koleksi prangko bertema anggrek yang dimilikinya kini mencapai lebih dari dua ribu keping. Joko juga mulai mengembangkan koleksi dengan tema lain, seperti burung dan tumbuhan paku.
Meski memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi, Joko menegaskan tidak pernah berniat menjual koleksi tersebut. Baginya, koleksi filateli ini akan dimanfaatkan sebagai bahan pembelajaran sekaligus media untuk mengenalkan sejarah prangko Indonesia kepada generasi muda.

