Kasus PMK Merebak di 11 Kecamatan, DPP Intensifkan Vaksin Ternak

NGAWI – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Ngawi terus bertambah. Hingga saat ini, sebaran kasus PMK telah ditemukan di 11 kecamatan. Sebagai langkah antisipasi penyebaran, Dinas Perikanan dan Peternakan (DPP) Ngawi melakukan vaksinasi pada ternak milik warga.

Berdasarkan data DPP Ngawi, jumlah ternak yang terjangkit PMK mencapai 30 kasus. Salah satu lokasi vaksinasi dilakukan di Desa Baderan, Kecamatan Geneng. Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Ngawi, Eko Yudo Nurcahyo, menjelaskan bahwa kondisi ternak yang terjangkit mulai membaik.

Setiap hari, DPP menerjunkan dua tim yang terdiri dari dokter hewan, petugas veteriner, serta petugas penyemprotan desinfektan. Tim secara rutin mendatangi peternak untuk melakukan vaksinasi dan penyemprotan kandang. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan agar wabah PMK tidak semakin meluas.

“Meski terdapat puluhan ternak yang terjangkit, hingga saat ini belum ditemukan kasus kematian ternak akibat PMK,” jelas Eko Yudo Nurcahyo. Pihak dinas juga mengimbau para peternak untuk lebih memperhatikan kebersihan kandang, mengingat kondisi cuaca saat ini mudah memicu perkembangan virus.

Sementara itu, berdasarkan temuan kasus PMK sejak awal tahun ini, mayoritas terjadi pada sapi baru yang didatangkan dari luar daerah. Ke depan, DPP Ngawi juga akan melakukan screening ternak di lokasi pasar hewan sebagai langkah pencegahan dini penyebaran PMK.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *