BPBD Waspada Kesulitan Air Bersih dan Kebakaran Hutan Saat Musim Kemarau
NGAWI – Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan, kesulitan air bersih, serta kebakaran hutan dan lahan. Berdasarkan hasil mitigasi, masih terdapat 11 desa di lima kecamatan yang masuk kategori rawan mengalami kesulitan air bersih saat musim kemarau.
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Ngawi, Partoyo, mengatakan potensi kesulitan air bersih saat ini cenderung menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kondisi tersebut didukung oleh berbagai program penyediaan air bersih seperti PAMSIMAS dan sambungan jaringan air bersih yang telah dibangun pemerintah daerah melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP).
Meski demikian, BPBD tetap menyiapkan langkah antisipasi apabila terjadi kekurangan air bersih di sejumlah wilayah. Desa yang membutuhkan bantuan pasokan air diminta mengajukan surat permohonan resmi melalui pemerintah desa kepada BPBD agar dapat segera dilakukan dropping air bersih.
Selain ancaman kekeringan, BPBD juga memberi perhatian khusus terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan yang biasanya meningkat saat curah hujan menurun. Upaya koordinasi dengan sejumlah stakeholder terkait terus dilakukan guna memperkuat langkah pencegahan dan penanganan dini.
BPBD berharap berbagai intervensi yang telah dilakukan pemerintah daerah dapat meminimalkan dampak kekeringan sehingga target zero kekeringan di Kabupaten Ngawi dapat tercapai. Sementara itu, berdasarkan informasi dari BMKG, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus mendatang.






