Dua WNA Diduga Beraksi Lagi, Gasak Jutaan Rupiah di Toko Pertanian Ponorogo

PONOROGO – Dua pria warga negara asing (WNA) yang diduga menjalankan modus penipuan berkedok penukaran uang kembali beraksi di Kabupaten Ponorogo. Setelah sebelumnya diduga menggasak uang di sebuah toko perabotan rumah tangga, kali ini sasaran mereka adalah toko pertanian di Desa Kemuning, Kecamatan Sambit. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.

Aksi kedua pria tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) toko pertanian pada Senin siang. Dalam rekaman terlihat salah satu pelaku mendatangi meja kasir dan berinteraksi dengan penjaga toko untuk meminta penukaran uang pecahan Rp100 ribu menjadi pecahan Rp50 ribu.

Menurut penjaga toko, Muhammad Hamim, saat proses transaksi berlangsung pelaku terus mengajak berbicara menggunakan bahasa campuran yang membuat dirinya kehilangan fokus. Diduga memanfaatkan situasi tersebut, pelaku mengambil sejumlah uang dari laci kasir tanpa disadari korban.

Korban baru mengetahui uang di laci kasir berkurang setelah kedua pria tersebut meninggalkan lokasi. Dari hasil pengecekan, pihak toko memperkirakan kerugian yang dialami mencapai Rp4,5 juta hingga Rp5 juta.

Mengetahui menjadi korban penipuan, pemilik toko, Ikhwan Ainun Najib, segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sambit. Rekaman CCTV juga diserahkan kepada pihak kepolisian sebagai bahan penyelidikan.

Kasus ini kini masih dalam penanganan aparat kepolisian. Modus yang digunakan diduga serupa dengan kasus yang sebelumnya terjadi di sebuah toko perabotan rumah tangga di wilayah Kota Ponorogo.

Polisi masih menelusuri identitas kedua pelaku serta mendalami kemungkinan keterkaitan antara kedua peristiwa tersebut. Masyarakat, khususnya pelaku usaha dan penjaga toko, diimbau untuk lebih waspada saat melayani transaksi penukaran uang dengan orang yang tidak dikenal.

Share
Tutup