PONOROGO – Fenomena alam naiknya belerang kembali terjadi di Telaga Ngebel, Kabupaten Ponorogo. Fenomena ini tidak hanya mengubah warna air dan menimbulkan bau menyengat, tetapi juga menyebabkan kematian massal ikan nila—komoditas utama budidaya warga sekitar.
Warna air Telaga Ngebel berubah menjadi kekuningan, dan ribuan ikan terlihat mengambang mati di permukaan air. Kondisi tersebut terekam dalam video amatir milik warga yang kemudian viral di media sosial.
Ketua Pembudidaya Ikan Telaga Ngebel, Irawan, menyatakan bahwa fenomena naiknya belerang memang rutin terjadi setiap tahun. Namun, intensitas kejadian tahun ini jauh lebih parah dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Setiap tahun memang ada fenomena seperti ini, tapi tahun ini luar biasa banyak ikan yang mati. Kami hanya bisa menyelamatkan indukan, dipindah ke kolam depan rumah, daripada habis semua. Kerugian yang ditanggung banyak dan gagal panen ikan,” ujar Irawan.
Irawan juga menduga bahwa naiknya belerang ke permukaan air kali ini berkaitan dengan meningkatnya aktivitas vulkanik sejumlah gunung di Indonesia. Letusan dan pergerakan geologis diyakini ikut memicu keluarnya belerang dari dasar telaga.
Akibatnya, banyak pembudidaya ikan nila mengalami gagal panen dan kerugian besar. Warga pun pasrah dengan kondisi ini karena tidak ada sistem mitigasi yang bisa dilakukan terhadap siklus alam yang bersifat spontan dan tak terprediksi.
Fenomena ini diperkirakan masih akan terus terjadi di masa mendatang, terutama saat pergantian musim. Masyarakat berharap pemerintah dan pihak terkait segera melakukan penelitian dan intervensi serius, agar para pembudidaya ikan memiliki solusi dan tidak terus merugi setiap tahunnya.

