Magetan – Di tengah maraknya layanan ojek online yang semakin praktis dan mudah diakses melalui aplikasi, keberadaan ojek konvensional makin jarang ditemui. Namun, hal itu berbeda dengan kelompok Ojek Pasar Plaosan di Kabupaten Magetan. Sejak berdiri pada tahun 1970-an, mereka tetap eksis dan setia melayani masyarakat hingga kini.
Kelompok ojek yang dikenal dengan ciri khas jaket berwarna oranye ini bernaung dalam sebuah paguyuban yang saat ini diketuai oleh Deni Kurniawan. Paguyuban tersebut terbentuk dari keinginan para tukang ojek untuk lebih terorganisasi, sekaligus menjaga kekompakan dan solidaritas.
Hingga saat ini, ada sekitar 56 anggota yang tergabung dalam kelompok tersebut. Jam operasional mereka bahkan berlangsung selama 24 jam, meski tetap disesuaikan dengan kesiapan masing-masing pengemudi.
Untuk tarif, paguyuban menetapkan aturan berdasarkan jarak tempuh, sehingga tidak ada anggota yang mematok harga di luar ketentuan. “Kami tidak hanya melayani penumpang di sekitar pasar, tetapi juga siap mengantar wisatawan ke berbagai destinasi di kawasan Plaosan dan sekitarnya,” kata Deni Kurniawan, Ketua Ojek Pasar Plaosan.
Eksistensi ojek Pasar Plaosan membuktikan bahwa ojek konvensional masih bisa bertahan selama ada rasa kebersamaan dan kepatuhan terhadap aturan bersama. Di saat banyak ojek konvensional gulung tikar tergantikan ojek online, kelompok ini justru tetap kokoh bertahan lebih dari 50 tahun. Kekompakan dan kesetiaan pada aturan paguyuban membuat mereka terus menjadi pilihan, baik bagi warga lokal maupun wisatawan.

