Buruh Gendong Pasar Sayur Magetan, Penghasilan Tak Menentu di Tengah Persaingan Jasa Modern

Magetan – Di tengah ramainya aktivitas Pasar Sayur Magetan, masih ada pekerjaan tradisional yang tetap bertahan hingga kini, yaitu buruh gendong. Sebagian besar dilakoni oleh kaum perempuan, pekerjaan ini dilakukan dengan penuh tenaga demi menambah penghasilan keluarga.

Sehari-harinya, para buruh gendong membantu membawa barang belanjaan milik pembeli maupun pedagang. Upah yang diterima relatif kecil, berkisar Rp2.000 hingga Rp5.000 per sekali angkut, tergantung berat barang. Jam kerja mereka dimulai sejak pukul 07.00 WIB hingga 16.00 WIB. Namun, penghasilan yang diperoleh tidak menentu. Ada kalanya ramai permintaan, tetapi tak jarang sepi peminat.

Salah satu buruh gendong, Warsi, mengaku sebagian pekerja menjadikan pekerjaan ini sebagai sumber penghasilan utama, sementara lainnya hanya sebagai pekerjaan sampingan. Ia berharap pekerjaan tradisional ini tetap bertahan meski kini mulai tergerus oleh persaingan jasa angkut modern.

Keberadaan buruh gendong masih menjadi bagian penting dari dinamika Pasar Sayur Magetan. Meski sederhana dan penuh keterbatasan, peran mereka membantu aktivitas pasar tetap berjalan hingga sekarang.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *