MAGETAN – Pemerintah Kabupaten Magetan terus menggenjot pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis. Program ini ditujukan bagi anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui, guna menjamin akses makanan sehat. Namun, hingga kini jumlah dapur SPPG yang beroperasi masih jauh dari target.
Berdasarkan data, program ini ditargetkan menjangkau sekitar 130 ribu anak, mulai PAUD hingga SMA/SMK. Untuk mendukung pelaksanaannya, pemerintah daerah menargetkan pembangunan 47 titik SPPG secara bertahap.
Hingga September 2025, baru sembilan dapur SPPG yang resmi beroperasi di Kecamatan Magetan, Lembeyan, Parang, Sidorejo, Sukomoro, Barat, Bendo, dan Karangrejo. Jumlah ini masih jauh dari target, meski pembangunan tengah dikebut di sejumlah titik lainnya.
Dandim 0804 Magetan, Letkol Inf Hasan Dasuki, menegaskan pemerintah menargetkan sekitar 50 titik dapur SPPG dapat terealisasi. “Program ini tidak hanya menyasar anak sekolah, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui, serta anak non-PAUD. Harapannya semua kelompok rentan dapat terlayani secara merata,” ujarnya.
Untuk memastikan kualitas layanan, pemerintah telah membentuk tim satgas yang bertugas melakukan monitoring dan evaluasi, mulai dari higienitas dapur, distribusi, hingga ketepatan sasaran.
Program Makan Bergizi Gratis ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga mencerminkan nilai gotong royong dan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah berharap keberadaan SPPG dapat mendukung pembangunan berkelanjutan di bidang kesehatan sekaligus memberi dampak ekonomi bagi masyarakat. #Magetan #SPPG #MakanBergiziGratis #BeritaJTV

