Kisah Wigih Hartono, Korban Longsor Freeport Asal Ponorogo

PONOROGO- Duka mendalam menyelimuti keluarga besar almarhum Wigih Hartono, pekerja PT Freeport Indonesia yang menjadi korban longsor tambang bawah tanah pada Senin (8/9/2025). Warga asal Desa Karangtengah Kulon, Kecamatan Bungkal, Ponorogo, ini sudah tujuh tahun terakhir mengabdikan diri sebagai teknisi instalasi listrik di perusahaan tambang raksasa tersebut.

Di mata keluarga, Wigih dikenal sebagai sosok humoris, sederhana, dan selalu membawa suasana hangat. Ia merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Tiga belas tahun lalu, Wigih menikah dengan seorang warga Ponorogo dan dikaruniai dua orang anak.

Sebelum bergabung di Freeport, Wigih sempat merantau ke Kalimantan dan Malaysia. Ketekunannya mengantarkan ia berkarier di Papua hingga akhirnya musibah longsor merenggut nyawanya.

Menurut sang adik, Imam Arif, tiga hari sebelum insiden, Wigih sempat melakukan video call dengan keluarga. Bahkan sebelumnya, ia baru saja pulang kampung ke Ponorogo. “Keluarga sebenarnya berat melepas dia kembali ke Papua. Ternyata itu firasat,” ungkap Imam.

Setelah kabar duka disampaikan, istri dan dua saudaranya langsung terbang ke Timika untuk menjemput jenazah. Minggu dini hari, jenazah Wigih dimakamkan di tanah kelahirannya di Ponorogo.

Kepergian Wigih menyisakan duka mendalam, terutama bagi istri dan dua anaknya yang kini harus melanjutkan hidup tanpa sosok ayah yang mereka cintai.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *