KABUPATEN MADIUN – Suara riuh tawa anak-anak terdengar di lahan semangka Desa Singgahan, Madiun. Puluhan anak tampak antusias mengikuti kegiatan edukasi pertanian, mulai dari menanam cabai hingga memetik buah langsung dari kebun.
Sekitar 70 anak mengikuti kegiatan edukasi pertanian di Sinau Tani Pak Budi Farm, Desa Singgahan, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun. Dalam kegiatan tersebut, peserta dikenalkan dengan proses menanam sayuran, salah satunya cabai. Mereka belajar menyiapkan media tanam dengan mencampur tanah, kompos, serta cocopeat, kemudian melakukan penyiraman dengan metode modern, hingga teknik pemupukan menggunakan pupuk organik yang dapat dibuat sendiri di rumah.
Usai mendapatkan edukasi menanam sayuran, anak-anak diajak menuju lahan semangka. Di sana, mereka diperkenalkan dengan berbagai jenis semangka sekaligus diajari cara membedakan kualitas buah yang baik dan kurang baik.
“Seru sekali, saya senang bisa memetik semangka sendiri dan belajar menanam cabai,” kata Hamim, salah satu pengunjung.
Anak-anak terlihat senang dan antusias saat diperbolehkan memetik semangka langsung dari lahan seluas 2.800 meter persegi yang ditanami sekitar 4.000 pohon. Lahan ini dikembangkan sebagai wisata petik semangka, dengan harga Rp5.000 per kilogram untuk jenis Inul dan Rp8.000 per kilogram untuk semangka tanpa biji.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya mendapatkan pengalaman langsung, tetapi juga tumbuh rasa cinta terhadap dunia pertanian,” ujar Setyo Budi Utomo, pemilik Sinau Tani Pak Budi Farm.
Kegiatan edukatif ini diharapkan dapat menumbuhkan minat generasi muda terhadap pertanian, sekaligus membantu mereka memahami pentingnya menjaga ketersediaan pangan dan melestarikan tradisi bercocok tanam sejak dini.

