PONOROGO – Pemerintah Kabupaten Ponorogo terus memperluas program Makan Bergizi Gratis dengan membuka dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru di wilayah Somoroto dan Jambon. Dalam kesempatan tersebut, pemerintah menegaskan pentingnya penerapan standar higienis dalam pengolahan makanan guna mencegah kasus keracunan yang pernah terjadi di beberapa daerah.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Ponorogo, Harjono, menekankan bahwa setiap SPPG wajib menjaga kebersihan proses produksi makanan dan memastikan ketepatan waktu distribusi kepada penerima manfaat.
“Kami ingin memastikan seluruh proses pengolahan makanan di SPPG memenuhi standar higienis. Hal ini menjadi langkah antisipasi agar tidak terjadi kasus luar biasa keracunan makanan seperti yang pernah terjadi di wilayah lain,” ujar Harjono, Senin (13/10/2025).
Harjono juga mengimbau agar setiap SPPG memiliki ahli gizi yang berperan dalam memastikan takaran dan kandungan gizi pada setiap porsi makanan sesuai standar kesehatan.
Sementara itu, Kepala SPPG Somoroto Kauman, Rizal Zulfiqar, menyampaikan bahwa pihaknya akan memproduksi sekitar 3.200 paket makanan bergizi secara bertahap dengan nilai Rp15 ribu per porsi.
“Kami menjaga kualitas dan keseragaman porsi makanan agar tetap layak konsumsi dan memenuhi standar gizi. Produksi dilakukan secara berkala untuk memastikan makanan tetap segar dan aman,” jelas Rizal.
Dengan beroperasinya dua SPPG baru ini, Pemerintah Kabupaten Ponorogo berharap program Makan Bergizi Gratis dapat menjangkau lebih banyak wilayah serta memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat, terutama kalangan pelajar.

