Kupluk, Sarung, dan Sepeda Onthel: Cara Unik Warga Madiun Peringati Hari Santri

KOTA MADIUN – Ratusan warga dan santri di Kota Madiun memeriahkan peringatan Hari Santri Nasional dengan cara unik, yakni mengikuti kegiatan “Sepedahan Kupluk’an”. Mereka berkeliling kota mengenakan sarung, peci, hingga kupluk, sebagai simbol kecintaan terhadap nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Dengan penuh semangat, peserta mengayuh sepeda menuju Pondok Pesantren Al Mardliyyah, Demangan, yang menjadi titik finis. Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antarwarga Nahdliyyin serta sarana mempererat ukhuwah Islamiyah di masyarakat.

Tradisi “Kupluk’an” terinspirasi dari kebiasaan santri tempo dulu yang berangkat mengaji menggunakan sepeda onthel sambil mengenakan sarung dan peci. Simbol ini mencerminkan kesederhanaan, kemandirian, dan semangat belajar yang menjadi ciri khas santri.

Ketua PCNU Kota Madiun, KH Agus Mushoffa Izzuddin (Gus Shofa), mengatakan kegiatan ini juga dirangkai dengan aksi sosial seperti pemeriksaan kesehatan, donor darah, bekam, hingga potong rambut gratis. Ia berharap semangat kebersamaan ini menumbuhkan rasa cinta tanah air dan memperkuat nilai-nilai persaudaraan di kalangan santri.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *