Ketahanan Pangan, Warga Binaan Lapas Kembangkan Budidaya Lele Dan Ayam Petelur

NGAWI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ngawi terus memberdayakan warga binaan melalui program ketahanan pangan. Dengan memanfaatkan lahan yang tersedia, warga binaan mengembangkan budidaya ikan lele, ayam petelur, serta pertanian pepaya, pisang, dan kopi.

Kepala Lapas Kelas IIB Ngawi, Iwan Setiawan, mengatakan bahwa pengelolaan kolam lele dan kandang ayam dilakukan langsung oleh para warga binaan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian. Selain itu, pihak lapas juga memanfaatkan lahan seluas 4,6 hektare di sekitar area Benteng Van den Bosch untuk kegiatan pertanian.

Menurut Iwan, seluruh kegiatan dalam program ketahanan pangan dilakukan dengan pendampingan dari petugas lapas. Hasil dari program tersebut kini mulai dirasakan, di antaranya melalui produksi ikan lele dan telur ayam yang digunakan untuk konsumsi warga binaan. Adapun hasil pertanian sebagian dimanfaatkan untuk kegiatan sosial kemasyarakatan.

Program pembinaan di lingkungan Lapas Ngawi merupakan bagian dari akselerasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), khususnya Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Melalui kegiatan pertanian dan peternakan ini, diharapkan warga binaan memperoleh pengetahuan serta keterampilan yang berguna setelah bebas nanti, sehingga mampu hidup mandiri dan berkontribusi positif di masyarakat.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *