NGAWI – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Ngawi menyebabkan puluhan lapak kolam pemancingan rusak parah. Peristiwa ini terjadi di Kolam Pemancingan Tirta Graha, Jalan Soekarno-Hatta, Desa Kandangan, Kecamatan Ngawi, pada Selasa sore.
Sebanyak 48 lapak pemancingan mengalami kerusakan berat pada bagian atap dan pondasi akibat terjangan angin yang bertiup sangat kencang selama sekitar lima hingga delapan menit. Meskipun berlangsung singkat, kekuatan angin berhasil merobohkan sebagian besar bangunan semi permanen di area pemancingan tersebut.
Pemilik kolam, Ardian Adi Nugraha, mengatakan bahwa saat kejadian, angin datang bersamaan dengan hujan deras. “Dalam waktu tidak sampai sepuluh menit, atap langsung beterbangan dan beberapa lapak roboh ke kolam. Kami tidak sempat menyelamatkan peralatan,” ujarnya.
Akibat kejadian itu, lomba mancing yang sedianya digelar malam hari terpaksa dibatalkan. Ardian memperkirakan total kerugian mencapai lebih dari Rp50 juta, termasuk biaya perbaikan atap, peralatan yang rusak, serta material bangunan. Saat ini, ia bersama sejumlah pekerja sedang membersihkan puing-puing bangunan yang ambruk.
Selain merusak lapak pemancingan, sejumlah atap yang terbawa angin juga menimpa area persawahan di sekitar lokasi, mengakibatkan tanaman padi milik warga rusak. Ardian mengaku siap memberikan ganti rugi kepada pemilik sawah yang terdampak.
Pemerintah daerah melalui BPBD Ngawi mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi selama musim penghujan, terutama di kawasan terbuka dan lokasi dengan bangunan semi permanen.

