NGAWI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi terus mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seiring peralihan musim kemarau ke musim hujan. Sebagai langkah antisipasi, BPBD memantau kondisi Early Warning System (EWS) serta menyiagakan petugas dan relawan di sejumlah wilayah kecamatan yang rawan bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Ngawi, Prila Yudha Putra, menjelaskan pihaknya memberi perhatian khusus pada fase pergantian musim karena risiko bencana seperti banjir dan tanah longsor cenderung meningkat. Untuk mitigasi, BPBD melakukan pemantauan terhadap enam titik EWS yang berada di sepanjang aliran Bengawan Madiun dan Bengawan Solo. Petugas juga terus berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), pemerintah kecamatan, serta relawan kebencanaan.
Menurut Prila, meskipun data BMKG menunjukkan curah hujan tertinggi saat ini terjadi di wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah, deteksi dini di Kabupaten Ngawi tetap dilakukan secara berkala. BPBD juga bekerja sama dengan Dinas PUPR dan Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan pemangkasan pohon di tepi jalan yang rawan tumbang saat hujan disertai angin kencang.
Dalam beberapa hari terakhir, hujan deras disertai angin kencang di wilayah Ngawi dilaporkan menyebabkan sejumlah lapak pemancingan roboh. BPBD mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi selama musim penghujan berlangsung.

