Baru 10 Sppg Di Ngawi Kantongi Slhs

NGAWI – Upaya Pemerintah Kabupaten Ngawi untuk memastikan kualitas layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menghadapi tantangan. Hingga November ini, baru 10 dari 40 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berhasil mengantongi Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Dinas Kesehatan. Padahal, sertifikasi tersebut menjadi syarat utama agar sebuah SPPG dapat dinyatakan layak beroperasi dan aman dalam proses pengolahan makanannya.

Dari total 40 SPPG yang tercatat, 21 unit diketahui telah beroperasi. Namun, belum semuanya memenuhi standar kelayakan. Kepala Dinas Kesehatan Ngawi, Heri Nurfahrudin, menjelaskan bahwa SLHS memiliki peran penting sebagai bentuk jaminan bahwa seluruh tahapan penyediaan makanan – mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, hingga penyajian – berlangsung sesuai standar keamanan pangan. Tanpa sertifikat tersebut, potensi munculnya masalah kesehatan tetap mengancam, terutama bagi para penerima manfaat program MBG.

Untuk meningkatkan jumlah SPPG yang bersertifikat, Dinas Kesehatan Ngawi telah menggencarkan berbagai langkah pendampingan. Salah satunya melalui pelatihan penjamah makanan, yang berfokus pada teknik pengolahan yang higienis, manajemen dapur yang aman, serta penanganan bahan makanan agar tetap memenuhi standar sanitasi. Pelatihan ini diberikan secara bertahap kepada SPPG yang belum memenuhi syarat.

Selain pelatihan, Dinkes juga membentuk tim khusus yang bertugas memantau operasional SPPG secara berkala. Tim ini melakukan pemeriksaan langsung ke lapangan untuk memastikan bahwa setiap SPPG menjalankan prosedur sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan. Mereka juga memberikan pendampingan agar pengelola SPPG segera melengkapi persyaratan administratif dan teknis untuk mendapatkan SLHS.

Kepala Dinas Kesehatan Ngawi, Heri Nurfahrudin, menegaskan bahwa percepatan sertifikasi menjadi hal mendesak agar kualitas layanan program MBG tetap terjaga. Dengan adanya SLHS, risiko terjadinya insiden yang tidak diinginkan – seperti kontaminasi makanan atau gangguan kesehatan – dapat diminimalkan.

Melalui upaya monitoring, pendampingan, dan edukasi berkelanjutan, Dinas Kesehatan berharap seluruh SPPG di Ngawi segera memenuhi standar dan mengantongi SLHS, sehingga pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan optimal, aman, dan tepat sasaran.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *