Mawar Tumpangsari Sumbersawit Jadi Potensi Baru Pertanian Magetan

MAGETAN — Petani di Desa Sumbersawit, Kecamatan Sidorejo, Magetan mulai mengembangkan budidaya bunga mawar dengan sistem tumpangsari bersama tanaman sayur. Metode ini dinilai efektif meningkatkan produktivitas sekaligus menambah nilai ekonomi bagi para petani.

Potensi pertanian di Desa Sumbersawit terus berkembang, salah satunya melalui penggabungan tanaman mawar dengan berbagai jenis tanaman lain untuk mengoptimalkan penggunaan lahan. Sistem tumpangsari dipilih karena mampu meningkatkan hasil panen tanpa perlu menambah luas lahan.

Tanaman mawar memberikan nilai jual lebih tinggi, sementara tanaman sayur tetap memberi hasil cepat dan stabil untuk menjaga pendapatan petani. Dari sisi pertumbuhan, kombinasi ini dinilai efisien dalam penggunaan pupuk dan air. Tanaman mawar memberi sedikit naungan bagi sayuran, sedangkan tanaman lain membantu menjaga kelembapan tanah. Petani menyampaikan bahwa produktivitas kedua komoditas tetap terjaga dan risiko kerugian dapat diminimalkan.

Hasil panen mawar dari Desa Sumbersawit kini mulai masuk ke pasar bunga di wilayah Magetan, Madiun, hingga Solo. Permintaan mawar cukup tinggi, terutama untuk kebutuhan dekorasi, acara pernikahan, dan bunga sekar.

Pengembangan komoditas mawar tumpangsari ini diharapkan menjadi sumber pendapatan baru bagi petani sekaligus memperkuat sektor pertanian di Desa Sumbersawit.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *