PONOROGO — Warga di tiga RT Dukuh Janti, Desa Nglurup, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, terpaksa menggunakan air sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mulai dari mandi, mencuci, buang air, hingga konsumsi, kondisi ini harus mereka jalani selama tiga hari terakhir akibat air PDAM yang tidak mengalir.
Sejak Minggu, 14 Desember 2025, air PDAM yang menjadi satu-satunya sumber air bersih warga tiba-tiba berhenti mengalir. Akibatnya, warga yang tidak memiliki cadangan air terpaksa naik turun ke sungai untuk mendapatkan air demi mencukupi kebutuhan harian mereka.
Air sungai tersebut dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, termasuk kebutuhan konsumsi. Warga mengaku belum menerima bantuan dropping air bersih dari pihak PDAM, sehingga tidak memiliki pilihan lain selain mengandalkan air sungai meski kondisinya terbatas dan kurang layak.
Salah seorang warga Dukuh Janti, Murti, menyampaikan keluhannya terkait kondisi tersebut. Ia berharap aliran air PDAM segera kembali normal atau ada bantuan air bersih sementara dari pihak terkait agar warga tidak terus bergantung pada air sungai.
Menanggapi keluhan warga, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Katong Ponorogo menjelaskan bahwa terhentinya aliran air disebabkan adanya proyek pembangunan saluran air atau drainase yang melibatkan alat berat. Dalam proses tersebut, pipa PDAM terdampak dan mengalami kerusakan.
Pihak PDAM menyebutkan perbaikan sebenarnya telah dilakukan pada Senin, 15 Desember 2025. Namun, dalam proses perbaikan ditemukan adanya material yang menyumbat pipa sehingga aliran air kembali terhenti. Saat ini, PDAM masih melakukan penanganan lanjutan untuk mengatasi gangguan tersebut dan memastikan distribusi air kembali normal.
Selain melakukan perbaikan teknis, PDAM Tirta Katong Ponorogo juga menyatakan akan segera melakukan dropping air bersih ke wilayah terdampak sebagai langkah darurat guna memenuhi kebutuhan air bersih warga.

