MAGETAN – Metode pembelajaran bagi anak usia dini terus dikembangkan agar lebih menarik dan mudah dipahami. Di Kabupaten Magetan, seorang akademisi menggagas program Jumat Mendongeng yang dikemas menggunakan media boneka tangan dengan berbagai karakter fabel. Program ini bertujuan meningkatkan minat belajar sekaligus melatih imajinasi anak.
Suasana ceria terlihat saat anak-anak menyimak cerita yang disampaikan melalui boneka tangan berbentuk berbagai karakter hewan dalam kisah fabel. Cara penyampaian yang interaktif membuat proses belajar terasa lebih hidup, sekaligus memancing tawa dan antusiasme para siswa.
Program Jumat Mendongeng digagas oleh akademisi sekaligus pendongeng, Alief Sutantohadi. Ia menjelaskan, kegiatan ini bertujuan menghadirkan metode pembelajaran yang lebih menyenangkan bagi anak usia dini sekaligus menghidupkan kembali budaya mendongeng di tengah derasnya arus informasi digital.
Melalui metode tersebut, anak-anak tidak hanya mendengarkan cerita, tetapi juga diajak berinteraksi, berimajinasi, serta menceritakan kembali kisah yang mereka dengar. Selain itu, materi dongeng tematik juga dibagikan kepada orang tua setiap hari Jumat melalui grup WhatsApp agar dapat diceritakan kembali kepada anak di rumah.
Metode mendongeng ini dinilai mampu merangsang imajinasi, melatih kemampuan berbahasa, serta menanamkan nilai moral melalui cerita fabel yang mudah dipahami oleh anak-anak. Sejumlah orang tua pun mengaku anak mereka menjadi lebih aktif bercerita setelah mengikuti kegiatan tersebut.
Salah satu orang tua siswa, Yuni Sugiantin, mengungkapkan bahwa cerita yang disampaikan melalui boneka tangan membuat anak lebih mudah mengingat pesan moral di dalamnya.
Ke depan, program Jumat Mendongeng akan terus dikembangkan dengan menggandeng Ikatan Guru Raudhatul Athfal agar metode mendongeng menggunakan boneka tangan dapat diterapkan di berbagai lembaga pendidikan anak usia dini.
Melalui program ini, diharapkan anak-anak tidak hanya gemar mendengarkan cerita, tetapi juga belajar berimajinasi, berkomunikasi, dan membangun karakter sejak dini sebagai bagian dari persiapan menuju generasi Indonesia Emas 2045.

