MAGETAN – Awal bulan suci Ramadan selalu membawa berkah bagi sejumlah pedagang di pasar tradisional di Kabupaten Magetan. Salah satunya pedagang dawet dan janggelan yang mengalami lonjakan permintaan signifikan dibanding hari biasa. Peningkatan ini terjadi seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk menyiapkan hidangan berbuka puasa di rumah.
Suasana pasar tradisional Magetan terlihat lebih ramai dibanding hari biasa. Sejumlah warga membeli bahan untuk persiapan berbuka puasa, termasuk dawet dan janggelan yang banyak digunakan sebagai bahan minuman segar di rumah.
Jika pada hari biasa pedagang hanya membawa sekitar 5 kilogram dawet untuk dijual, memasuki bulan puasa jumlah tersebut meningkat hingga 20 kilogram per hari. Sementara untuk janggelan, dari yang biasanya terjual 1 kilogram, kini meningkat menjadi 5 kilogram per hari.
Pedagang menyebut peningkatan penjualan ini sudah menjadi tren setiap awal Ramadan. Banyak warga memilih membeli dawet dan janggelan di pasar untuk diolah sendiri di rumah sebagai menu berbuka puasa. Seluruh dagangan dijual dengan harga terjangkau, yakni 2 ribu rupiah per bungkus. Harga yang ekonomis ini membuat permintaan meningkat dan dagangan lebih cepat habis dibanding hari biasa.
Meski lonjakan penjualan umumnya terjadi di awal bulan puasa, para pedagang berharap peningkatan ini dapat terus berlangsung hingga akhir Ramadan. Dengan naiknya volume penjualan, pendapatan pedagang pun ikut bertambah.
Peningkatan penjualan dawet dan janggelan di pasar tradisional ini menjadi salah satu gambaran meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat di awal Ramadan. Para pedagang pun berharap momen ini terus memberikan berkah hingga menjelang Lebaran.

