Awal Ramadhan, Warga Berburu Bahan Takjil Untuk Menu Berbuka

KOTA MADIUN – Memasuki Ramadhan 2026, warga mulai menyerbu Pasar Besar Madiun untuk membeli kebutuhan pelengkap menu berbuka puasa. Berbagai bahan takjil seperti janggelen, cendol, dan mutiara terpantau laris manis meski harga masih terbilang stabil.

Sejak pagi hari, suasana pasar tradisional di Kota Madiun terlihat ramai dipadati pembeli. Lapak pedagang bahan takjil diserbu warga yang ingin menyiapkan hidangan segar untuk keluarga.

Beragam bahan seperti janggelen atau cincau hitam, cendol, mutiara, jeli, sirup, hingga tape ketan hitam banyak diburu. Warna-warni bahan minuman segar ini menambah semarak suasana pasar. Tidak hanya untuk konsumsi pribadi, sejumlah warga juga membeli dalam jumlah lebih banyak untuk diolah kembali menjadi dawet, es campur, dan aneka takjil yang dijual menjelang waktu berbuka.

Menurut pedagang, permintaan meningkat sejak hari pertama Ramadhan. Meski pembeli ramai, harga bahan takjil masih tergolong terjangkau dan belum mengalami kenaikan.

Harga janggelen atau cincau hitam dijual sekitar enam ribu rupiah per bungkus, cendol lima ribu rupiah, mutiara sembilan ribu rupiah, jeli lima ribu rupiah per potong, sirup dua puluh dua ribu lima ratus rupiah per botol, serta tape ketan hitam lima ribu rupiah per bungkus. Harga tersebut dinilai masih ramah di kantong masyarakat, terutama di awal bulan puasa.

Warga berharap kestabilan harga ini dapat bertahan hingga akhir Ramadhan 2026. Bagi masyarakat, menu berbuka yang segar dan manis menjadi pelengkap momen kebersamaan setelah seharian menjalankan ibadah puasa. Suasana ramai di Pasar Besar Madiun pun menjadi tanda awal semarak Ramadhan tahun ini.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *