Magetan – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, sejumlah penjual bunga tabur musiman di Desa Ngariboyo mulai merasakan berkah peningkatan penjualan. Tradisi ziarah makam yang dilakukan warga menjelang puasa membawa dampak positif bagi para pedagang musiman ini.
Sejak pagi hari, para penjual telah menggelar dagangannya di sekitar area pemakaman desa. Bunga tabur yang dijual merupakan campuran daun pandan dan bunga mawar yang telah dikemas rapi dalam plastik. Setiap bungkus bunga tabur dijual dengan harga sekitar Rp5.000.
Menurut para penjual, momen menjelang Ramadan menjadi waktu yang paling ditunggu karena tingginya permintaan bunga tabur. Banyak warga yang datang berziarah atau nyekar ke makam keluarga, sehingga penjualan meningkat signifikan dibandingkan hari-hari biasa.
Mereka berjualan sejak pagi hingga sore untuk melayani para peziarah. Pada hari-hari tertentu, terutama seminggu sebelum Ramadan dan menjelang Lebaran, jumlah pembeli bahkan bisa meningkat tajam seiring ramainya aktivitas ziarah di pemakaman.
Salah satu penjual bunga tabur, Mas Nopi, mengaku bersyukur dengan adanya peningkatan penjualan ini. “Setiap menjelang puasa pasti ramai, banyak warga yang ziarah. Alhamdulillah bisa membantu menambah penghasilan keluarga,” ujarnya.
Bagi warga setempat, berjualan bunga tabur bukan sekadar tradisi musiman, tetapi juga menjadi sumber rezeki tambahan yang cukup membantu ekonomi keluarga. Selain menjaga tradisi leluhur dalam berziarah, momen ini juga mempererat nilai budaya dan gotong royong antarwarga.
Dengan meningkatnya jumlah peziarah jelang Ramadan, para pedagang berharap penjualan tetap ramai hingga menjelang hari raya. Tradisi turun-temurun ini tidak hanya menjadi bagian dari budaya lokal, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar.

