Cegah Kesalahan Liputan, Jurnalis Didorong Pahami Isu Inklusif

Kota Madiun – Pelatihan jurnalis digelar di Kota Madiun untuk memperkuat pemahaman terhadap isu kesehatan mata dan disabilitas. Kegiatan ini diinisiasi oleh tim I-SEE dan melibatkan perwakilan media dari tiga kabupaten, yakni Madiun, Magetan, dan Ngawi.

Pelatihan tersebut bertujuan memperbarui pengetahuan para jurnalis sekaligus mendorong strategi advokasi pemenuhan hak kesehatan mata yang inklusif. Dalam sesi diskusi, peserta diajak mengulas berbagai tantangan serta praktik baik dalam peliputan isu disabilitas.

Isu gangguan penglihatan menjadi salah satu perhatian utama. Kondisi ini masih dianggap sebagai persoalan kesehatan masyarakat yang berdampak pada kualitas hidup dan berpotensi menyebabkan disabilitas apabila tidak ditangani secara tepat.

Berdasarkan Survei Kebutaan Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) 2014–2016, angka kebutaan pada penduduk usia di atas 50 tahun di Indonesia mencapai 3 persen, tertinggi di Asia Tenggara. Sementara itu, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 82 Tahun 2020 mencatat bahwa kerugian ekonomi akibat gangguan penglihatan dapat mencapai puluhan triliun rupiah per tahun jika tidak diimbangi dengan intervensi yang memadai.

Dalam kegiatan tersebut, Muhammad Marsudi dari Yayasan Para Mitra Indonesia menegaskan pentingnya peran media dalam menghadirkan pemberitaan yang inklusif dan berpihak pada kelompok rentan. Selain itu, narasumber dari SIGAB Indonesia juga memberikan materi mengenai dasar hukum perlindungan hak penyandang disabilitas serta pedoman kerja jurnalis dalam meliput isu inklusi.

Melalui pelatihan ini, diharapkan jurnalis dapat menghasilkan karya jurnalistik yang lebih sensitif terhadap keberagaman dan mampu memperkuat kesadaran publik tentang pentingnya akses informasi yang setara bagi semua kalangan.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *