KOTA MADIUN — Berawal dari coba-coba di dapur rumah, seorang ibu rumah tangga di Kota Madiun berhasil mengembangkan usaha kuliner getuk krispi berbahan dasar singkong. Inovasi camilan tradisional dengan tekstur renyah dan aneka isian rasa ini kini semakin diminati masyarakat dan dipasarkan secara luas melalui media sosial serta platform digital.
Usaha getuk krispi tersebut ditekuni oleh Wuri Reswanti, warga Kelurahan Nambangan Kidul, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun. Ibu rumah tangga berusia 34 tahun ini telah menjalankan usaha rumahan tersebut selama sekitar satu tahun terakhir. Awalnya, Wuri hanya membuat camilan untuk konsumsi keluarga. Namun, karena cita rasanya dinilai unik dan disukai banyak orang, ia memutuskan menjadikannya sebagai sumber penghasilan tambahan.
Proses pembuatan getuk krispi terbilang sederhana, namun membutuhkan ketelatenan. Singkong yang telah dikupas dan dibersihkan dikukus hingga matang, kemudian ditumbuk kasar. Adonan lalu dicampur dengan kelapa parut, gula, garam, dan mentega, sebelum digiling menggunakan mesin hingga bertekstur lembut. Selanjutnya, adonan dibentuk bulat dengan berbagai isian rasa, dicelupkan ke larutan tepung terigu dan tepung panir, lalu digoreng hingga menghasilkan tekstur krispi.
Dalam sehari, Wuri mampu mengolah sekitar empat kilogram singkong yang menghasilkan kurang lebih seratus buah getuk krispi. Beragam varian rasa ditawarkan, mulai dari original, cokelat, keju, stroberi, hingga pandan. Pemasaran dilakukan secara daring melalui media sosial dan platform online, sehingga pembeli datang dari berbagai wilayah di Madiun Raya.
Selain dijual dalam kondisi siap santap, getuk krispi ini juga tersedia dalam bentuk frozen food dengan kemasan vakum. Dengan harga terjangkau, mulai dari Rp1.500 untuk rasa original hingga Rp2.000 per buah untuk varian rasa, produk ini menjadi alternatif oleh-oleh khas daerah yang praktis dan diminati berbagai kalangan.

