KAB MADIUN — Jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, hamparan kebun jambu air di Desa Jatisari, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, menawarkan pengalaman wisata yang menyegarkan. Tak sekadar berjalan-jalan, pengunjung bisa memetik sendiri jambu air langsung dari pohonnya, mencicipi buah segar bebas bahan kimia, sambil menikmati suasana pedesaan yang sejuk dan tenang.
Wisata petik buah ini kian digemari karena menggabungkan unsur rekreasi dan edukasi. Salah satu destinasi yang tengah naik daun adalah kebun milik Supriyono. Dengan luas sekitar 2.000 meter persegi dan ditanami 70 batang pohon, kebun ini telah berkembang sejak 2021 dan kini memiliki 15 varietas jambu air unggulan.
Beberapa jenis yang dibudidayakan antara lain Madu Deli, Dalhari, Grand Giant, Berbi, Manasikana, Begus, Pink Rose, dan Kiojo. Masing-masing memiliki cita rasa, warna, dan ukuran yang khas. Inilah yang membuat wisatawan tertarik mencoba berbagai jenis jambu dalam satu kunjungan.
“Dulu saya hanya tanam 13 varietas. Sekarang sudah bertambah jadi 15, karena respons pengunjung sangat baik,” kata Supriyono, pemilik kebun.
Harga jambu air yang dipetik langsung oleh pengunjung cukup terjangkau, yakni antara Rp20.000 hingga Rp35.000 per kilogram tergantung jenis dan kualitas buah. Selain lebih murah dari harga pasar, pengunjung juga mendapatkan pengalaman unik karena bisa memilih dan memetik buah sendiri.
Sri Rahayu, salah satu pengunjung asal Madiun, mengaku senang dengan konsep wisata ini. “Anak-anak jadi tahu bagaimana buah itu tumbuh dan cara memanennya. Bisa langsung makan juga, rasanya segar banget,” ujarnya.
Kebun jambu di Jatisari bukan hanya menjadi tempat rekreasi keluarga, tetapi juga wadah edukasi mengenai pertanian sehat dan berkelanjutan. Lokasinya yang mudah diakses serta suasana alam yang alami membuat wisata ini cocok untuk semua kalangan.
“Wisata seperti ini sangat bermanfaat, apalagi buat anak-anak. Mereka bisa belajar sambil bermain,” ujar Nur Hafni, pengunjung lainnya.
Dengan konsep agrowisata yang terus dikembangkan, kebun jambu air Jatisari tidak hanya memberikan alternatif wisata yang sehat dan menyenangkan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

