Dari Rumahan, Pengusaha Sendal Kulit Magetan Tembus Pasar Luar Daerah

MAGETAN – Industri kerajinan kulit di Kabupaten Magetan terus bertahan di tengah persaingan produk pabrikan. Berawal dari usaha rumahan sejak 2009, seorang pengusaha sendal dan sepatu slop asal Desa Sumberdukun, Kecamatan Ngariboyo, kini mampu menembus pasar luar daerah hingga penjualan secara daring.

Usaha kerajinan kulit tersebut dirintis dengan memproduksi sendal berbahan dasar kulit nabati dalam skala terbatas. Seiring meningkatnya permintaan, pelaku usaha mulai mengembangkan produk dengan membuat berbagai model sepatu kulit dan sendal slop untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Dalam proses produksinya, setiap produk dibuat secara manual menggunakan bahan kulit berkualitas. Ketelitian dan kualitas menjadi fokus utama, sehingga ciri khas industri kulit lokal tetap terjaga. Proses tradisional ini justru menjadi nilai tambah yang menarik minat konsumen.

Pengusaha sepatu slop, Luluk Setia Darmadi, mengungkapkan dalam satu bulan pihaknya mampu memproduksi dan mengirim sekitar 400 pasang sepatu dan sendal kulit. Produk tersebut telah dipasarkan ke berbagai daerah di luar kota seperti Bali dan Solo, serta melalui toko daring untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Harga produk sepatu dan sendal kulit ini dibanderol mulai Rp100 ribu per pasang, tergantung bentuk, ukuran, dan tingkat kesulitan produksi. Harga yang terjangkau dengan kualitas yang tetap terjaga menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen.

Meski dihadapkan dengan persaingan produk pabrikan, pelaku usaha lokal tetap optimistis industri kulit Magetan akan terus bertahan dan berkembang. Selain itu, sektor ini diharapkan mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi kreatif di daerah serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *