Dihimpit Program Baru, Pedagang Pasar Khawatir Kehilangan Pembeli

MAGETAN – Sejumlah pedagang pasar tradisional di Magetan mengaku cemas dengan munculnya sejumlah program pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Mereka khawatir program tersebut berdampak pada stabilitas harga serta jumlah pembeli di pasar tradisional.

Suasana pasar tradisional di wilayah Magetan masih terlihat ramai seperti biasa. Namun di balik aktivitas jual beli, para pedagang menyimpan kekhawatiran terkait program MBG yang menyasar kebutuhan pangan dalam skala besar. Mereka menilai, jika pengadaan bahan pokok dilakukan dalam jumlah besar dari distributor tertentu, hal ini berpotensi memengaruhi harga di tingkat pasar dan membuatnya menjadi tidak stabil.

Selain itu, hadirnya Koperasi Desa Merah Putih yang digadang-gadang mempermudah akses kebutuhan masyarakat di tingkat desa juga menjadi kekhawatiran tersendiri. Program yang diperkenalkan secara nasional ini dinilai dapat membuat masyarakat cukup berbelanja di lingkungan desa masing-masing tanpa harus datang ke pasar tradisional.

Salah seorang pedagang, Purwati, mengungkapkan, jika kebutuhan sembako sudah tersedia lebih dekat dengan harga bersaing, maka jumlah pembeli yang datang ke pasar bisa terus berkurang. Padahal, pasar tradisional selama ini menjadi tulang punggung ekonomi rakyat kecil.

Para pedagang berharap pemerintah daerah dapat memberikan solusi agar program-program tersebut tetap berjalan tanpa mematikan usaha mereka. Salah satunya dengan melibatkan pedagang lokal dalam rantai pasok program atau memastikan distribusi tetap memberdayakan pasar tradisional.

Mereka menegaskan tidak menolak program pemerintah. Namun, pedagang menginginkan keadilan dan keberlanjutan usaha agar pasar tradisional tidak semakin terpinggirkan di tengah berbagai inovasi distribusi pangan.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *