Dikbud Mulai Kumpulkan Data, Koordinasi Dengan Pemprov Jatim

NGAWI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi mulai mengumpulkan data terkait temuan reruntuhan bangunan bersejarah yang diduga sebagai candi. Hasil pendataan ini nantinya akan dilaporkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mendapatkan tindak lanjut penelitian secara ilmiah.

Pemerintah Kabupaten Ngawi bergerak cepat menindaklanjuti temuan reruntuhan bangunan yang diduga memiliki nilai sejarah tinggi. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, saat ini tengah dilakukan pengumpulan data dan informasi terkait keberadaan bangunan kuno yang ditemukan di hutan Desa Pandean, Kecamatan Karanganyar.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ngawi, Cita Putri Maharani, menjelaskan karena keterbatasan sumber daya manusia, pihaknya bekerja sama dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk melakukan pendataan awal. Ia menambahkan, bidang kebudayaan Ngawi saat ini belum memiliki tenaga ahli di bidang arkeologi dan cagar budaya.

Oleh karena itu, hasil pendataan akan disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar dapat ditindaklanjuti secara ilmiah oleh tenaga ahli. Meski demikian, pihaknya meyakini temuan ini berpotensi menambah khazanah sejarah dan kebudayaan di Kabupaten Ngawi.

Sebelumnya, Ngawi juga memiliki sejumlah situs bersejarah, di antaranya Situs Reco Banteng yang diduga peninggalan Kerajaan Majapahit, serta Benteng Van Den Bosch yang kini telah ditetapkan sebagai cagar budaya.

Seperti diberitakan sebelumnya, reruntuhan bangunan kuno yang diduga candi tersebut ditemukan di atas perbukitan kapur yang merupakan bagian dari rangkaian Pegunungan Kendeng di kawasan hutan Perhutani. Sejumlah fragmen bangunan terlihat berserakan di sekitar lokasi, termasuk batu dengan ukiran relief manusia yang diduga berasal dari era kerajaan.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *