Ponorogo – Penyelidikan kasus pembunuhan seorang ibu rumah tangga di Desa Golan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, terus berkembang. Polisi telah menetapkan A, anak kandung korban, sebagai terduga pelaku dalam peristiwa yang menggegerkan warga setempat tersebut.
Hingga kini, keberadaan A masih dalam pencarian aparat kepolisian. Sejumlah keterangan dari pihak keluarga mulai terungkap, salah satunya dari adik seibu terduga pelaku, Muhammad Gilang, yang memberikan gambaran terkait kepribadian A sebelum kejadian.
Menurut Gilang, kakak seibunya itu dikenal sebagai pribadi pendiam. Meski demikian, hubungan keduanya terbilang cukup dekat dan masih sering berkomunikasi. Gilang mengaku sangat terkejut saat menerima kabar sang ibu meninggal dunia secara mengenaskan di dalam rumah, terlebih setelah mengetahui A ditetapkan sebagai terduga pelaku.
Gilang menyebut, terakhir kali ia bertemu dengan A sekitar empat hingga lima hari sebelum peristiwa pembunuhan terjadi. Saat itu, A sempat mencurahkan isi hatinya terkait persoalan masa lalu dan menunjukkan adanya emosi yang terpendam, meski tidak ditunjukkan secara terbuka.
A juga diketahui sempat pulang pergi dari Bali dan terakhir kembali ke Ponorogo sekitar tiga bulan lalu. Selama periode tersebut, Gilang mengaku masih beberapa kali bertemu dengan kakaknya itu.
Terkait sepeda motor dan tas yang sempat viral di media sosial, Gilang membenarkan bahwa barang-barang tersebut merupakan milik A. Ia juga memastikan akun media sosial yang memuat curhatan dan beredar luas di dunia maya memang milik terduga pelaku dan bukan informasi palsu.
Pihak keluarga berharap A dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat, sehingga proses hukum dapat berjalan dan kasus ini dapat terungkap secara jelas. Sementara itu, kepolisian terus melakukan pencarian intensif terhadap terduga pelaku yang diduga kuat berada di wilayah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

