Dinkes Ngawi Serahkan Hasil Uji Sampel Laboratorium Kepada BGN

NGAWI – Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi telah menerima hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan terkait dugaan keracunan massal dalam Program Makan Bergizi Gratis di wilayah Kecamatan Mantingan. Meski demikian, Dinas Kesehatan menegaskan tidak memiliki kewenangan untuk menyampaikan hasil pemeriksaan tersebut kepada publik karena hasil uji laboratorium telah diserahkan langsung kepada Badan Gizi Nasional.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi, Heri Nurfahrudin, menjelaskan bahwa hasil uji laboratorium terhadap sisa makanan yang diperiksa oleh Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Surabaya langsung disampaikan kepada Badan Gizi Nasional sebagai pihak yang memiliki kewenangan penuh dalam pelaksanaan program tersebut. Oleh karena itu, pihaknya tidak dapat memberikan keterangan lebih lanjut terkait hasil pemeriksaan kepada masyarakat.

Heri Nurfahrudin mengaku tidak mengetahui secara rinci ada atau tidaknya kandungan bakteri dalam makanan yang diduga menjadi penyebab sejumlah siswa mengalami keracunan. Namun, ia memastikan hasil uji laboratorium tersebut sudah keluar dan telah diserahkan sepenuhnya kepada Badan Gizi Nasional untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan.

Sementara itu, peran Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi bersama Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Bintang Mantingan terbatas pada pengambilan serta pengiriman sampel makanan ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Surabaya untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.

Berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, hasil pemeriksaan mikrobiologi dalam kasus dugaan keracunan Program Makan Bergizi Gratis tersebut menyebutkan bahwa salah satu sampel makanan dinyatakan positif mengandung bakteri Salmonella sp, yang ditemukan pada menu telur rebus.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *