MAGETAN – Di tengah proses pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih di Desa Mategal, Kabupaten Magetan, pengurus koperasi justru telah memulai sejumlah unit usaha untuk menggerakkan perekonomian masyarakat. Setelah menjalankan usaha penjualan pupuk dan beras SPHP, kini koperasi tersebut mengembangkan budidaya lele dengan metode bioflok.
Meski pembangunan gedung koperasi masih berlangsung, berbagai unit usaha telah dijalankan secara bertahap. Langkah ini dilakukan sebagai upaya nyata mendorong ekonomi warga melalui penguatan peran koperasi desa.
Program budidaya lele ini merupakan bantuan dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan. Dukungan yang diberikan berupa sarana dan prasarana kolam bioflok. Sebanyak 24 kolam telah disiapkan, dengan masing-masing kolam diisi sekitar 2.500 ekor lele.
Metode bioflok dipilih karena dinilai lebih efisien, hemat lahan, serta mampu meningkatkan produktivitas. Selain itu, sistem ini juga dinilai mudah dikelola oleh pengurus koperasi dan warga setempat sehingga diharapkan dapat berkelanjutan.
Pengelola budidaya lele, Muhammad Abdul Na’im, mengatakan hasil panen lele nantinya telah dilirik sejumlah pengusaha di wilayah Magetan yang siap menampung produksi. Hal ini memberikan harapan positif agar usaha dapat terus berkembang dan memberikan keuntungan bagi koperasi maupun masyarakat.
Ke depan, pemerintah desa berharap unit usaha ini mampu menjadi percontohan bagi desa lain dalam mengembangkan ekonomi melalui koperasi. Namun demikian, sosialisasi terkait konsep dan manfaat Koperasi Desa Merah Putih masih perlu ditingkatkan karena masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya memahami program tersebut.
Dengan adanya berbagai unit usaha yang mulai berjalan, diharapkan Koperasi Desa Merah Putih dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

