NGAWI – Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak, terutama sapi, kembali mewabah di Kabupaten Ngawi. Dinas Perikanan dan Peternakan (DPP) setempat memastikan stok vaksin PMK aman untuk kebutuhan antisipasi.
DPP Kabupaten Ngawi menyatakan ketersediaan vaksin PMK masih cukup untuk pencegahan. Saat ini, masih ada sekitar 6.000 dosis yang siap didistribusikan. Para peternak dapat mengajukan permohonan melalui petugas paramedis di kecamatan masing-masing atau langsung ke Dinas Perikanan dan Peternakan.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan DPP Ngawi, Toni Wibowo, menegaskan meski wabah PMK kembali muncul, ketersediaan vaksin tetap aman sebagai langkah antisipasi. Pemberian vaksin sangat penting untuk menjaga kesehatan ternak saat kasus PMK merebak.
Menurut Toni, idealnya vaksin diberikan setiap enam bulan sekali, dan paling sedikit tiga kali bagi setiap ternak. Selain itu, peternak dihimbau meningkatkan kebersihan kandang untuk mencegah penyebaran penyakit.
WWC – Toni Wibowo / Kabid Kesehatan Hewan DPP Ngawi
Diketahui, pada awal 2026, terdapat 23 kasus PMK di Kabupaten Ngawi yang tersebar di sembilan kecamatan, khususnya pada ternak sapi.

